Kamis, 28 Februari 2019

thumbnail

Punya TV Bebas Burn-In, Seberapa Pentingnya Buat Milenial Masa Kini?


Hingga saat ini, televisi alias TV masih menjadi salah satu media hiburan yang diandalkan masyarakat zaman now. Setelah seharian disibukkan dengan berbagai kegiatan, marathon nonton film favorit atau main game bisa jadi pengusir stres yang paling mudah dan murah. Tapi, ada masalah utama yang sering dihadapi perangkat elektronik yang satu ini jika terlalu sering digunakan, yaitu burn-in dan afterglow yang bisa merusak ketahanan TV secara keseluruhan. Apa itu?

Mengenal Istilah Burn-in


Buat yang belum tahu, burn-in sendiri mengacu pada fenomena di mana gambar statis, seperti logo saluran atau status pemain yang biasa ada dalam games konsol, jika ditampilkan dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan bekas permanen pada layar. Punya TV anti burn-in jadi penting banget buat milenial, mengingat hal ini adalah kunci yang dapat menentukan berapa lama daya tahan TV tersebut dan apakah sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Binge Watching, IoT, dan Kebiasaan Penggunaan TV Masyarakat Modern

Secara umum, para pengguna TV akan mengharapkan barang yang mereka beli dapat bertahan selama 7-10 tahun. Hal ini bisa saja terjadi dalam kondisi wajar. Tapi, kebiasaan pengguna menonton TV telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir yaitu dengan munculnya istilah binge watching alias nonton TV secara maraton. Perkembangan fungsi smart TV juga ikut mengubah kebiasaan masyarakat. Nggak hanya buat menonton acara televisi, perangkat ini juga bisa digunakan untuk bermain games sampai mengelola Internet of Things (IoT) yang ada di rumah.

Nggak hanya itu, konten TV juga berkembang semakin dinamis, cerah, dan imersif lewat konten jenis HDR. Asal kamu tahu, konten jenis ini dapat melemahkan TV dan mempercepat burn-in. Artinya, mengurangi masa pakai peralatan elektronik yang satu ini. Lalu, ada nggak sih televisi yang bisa menampilkan estetika tapi bebas burn-in? Jawabannya, ada dong!

Congrats, Samsung Dapat Sertifikat Bebas Burn-in!


Samsung QLED TV menjadi jawaban atas kebutuhan milenial karena menjadi TV pertama yang mendapatkan sertifikat bebas burn-in dari Video, sebuah majalah teknologi terkenal asal Jerman. Kok bisa sih QLED TV bebas burn-in?

Jadi, sumber daya tahan QLED TV terletak pada penggunaan quantum dots anorganik oleh Samsung. Bedanya dari teknologi layar bahan organik, quantum dots nggak melemah seiring waktu. Jadi, QLED TV dapat menawarkan kualitas gambar yang keren, nggak hanya bertahan lebih lama tapi juga bebas burn-in.

Bukan hanya Video yang menguji ketahanan QLED TV dari Samsung. Sebelumnya, salah satu situs ulasan TV kredibel, yaitu Rtings.com juga sudah melakukan serangkaian ujian buat mengukur retensi gambar pada lusinan TV dari brand terkemuka yang ada di pasaran. Salah satu bentuk ujiannya adalah menampilkan logo warna-warni di TV selama 10 menit yang tujuannya untuk melihat apakah gambar tersebut bisa menghilang.

Samsung QLED TV berhasil lulus dari tes tersebut dengan nilai paripurna dalam hal kualitas gambar dan bebas burn-in. Hasil tes ini sekaligus jadi bukti kalau Samsung QLED TV yang paling unggul di antara brand lain.

Ada juga tes lain yang dilakukan, yaitu ketahanan 72 jam dengan pola kotak-kotak dan gambar abu-abu dan juga tes memory effect. Hasilnya, Samsung QLED TV tetap memberikan performa yang maksimal dan bikin kagum!

Butuh TV bebas burn-in? Percayakan saja pada Samsung QLED TV yang sudah teruji hasilnya! 

Kamis, 21 Februari 2019

thumbnail

Samsung Galaxy Fold Dirumorkan Lagi Siap Dirilis?


Vice President Samsung Display, Kim Seong-cheol, mengatakan Galaxy Fold sudah siap menyambangi pasar. Soal layar, pihaknya menyebutkan sudah mengatasi persoalan tersebut.

Meski dia menyatakan kesiapan Galaxy Fold ke pasar, namun ia tidak mengungkapkan rencana waktu peluncurannya. Hal tersebut seperti dilaporkan Phone Arena.

Menariknya, pernyataan Kim justru kontradiktif dengan salah seorang karyawan Samsung yang identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, tidak ada kemajuan sejak peluncuran Galaxy Fold ditunda April lalu.

Pihak Samsung sendiri telah beberapa kali menyampaikan pernyataan resmi soal Galaxy Fold. Salah satunya membantah rumor yang menyebutkan smartphone itu akan meluncur pada bulan depan.

"Jika ingin melakukan konferensi pers, kami tentu sudah mempersiapkannya sejak sekarang. Hingga saat ini, belum ada perubahan sejak kami menunda pengumuman pada April lalu," ungkap pihak Samsung, seperti dikutip dari Korea Herald.

Tak hanya Samsung, Huawei juga menunda peluncuran smartphone lipatnya, Mate X. Peluncurannya ditunda dari yang awalnya pada bulan ini, menjadi September 2019.

Dilansir CNBC, Huawei sedang melakukan pengujian ekstensif yang bertujuan memastikan perangkat tersebut siap untuk konsumen.

Perusahaan juga mengatakan, ingin mengambil keputusan dengan hati-hati, menyusul peluncuran Samsung Galaxy Fold yang gagal.

"Kami tidak ingin meluncurkan produk yang dapat menghancurkan reputasi kami," kata juru bicara Huawei kepada CNBC.

Kamis, 14 Februari 2019

thumbnail

Brother Perluas Layanan Pelanggan dengan Buka Customer Care Center ke-10 di Tangerang


Brother International Sales Indonesia, perusahaan perangkat IT terkemuka mengekspansi area layanan pelanggan dengan membuka Customer Care Center (CCC) yang ke-10 di Tangerang.

Sesuai dengan tagline Brother At Your Side yang menunjukkan dedikasi terhadap kualitas produk dan selalu berada disisi costumer, Brother selalu ingin meningkatkan pelayanan mulai dari layanan pra jual sampai kepada layanan purna jual kepada para pengguna produk Brother dengan membuka CCC di berbagai kota besar di Indonesia. Hari ini tepatnya tanggal 20 Juni 2019, Brother secara resmi membuka CCC ke-10 yang berlokasi di WTC Serpong Tangerang.


Konsep dari CCC adalah one stop solution dan kami mempunyai tujuan
untuk melayani pelanggan mulai dari layanan pra jual sampai kepada layanan purna jual dengan CCC sebagai showroom, tempat menguji produk, tempat meeting, layanan purna jual untuk memenuhi kepuasan pelanggan, ujar President Director PT. Brother International Sales Indonesia, Masahiro Isobe, dalam rilis yang diterima merdeka.com.


Selain itu dengan dibukanya Brother CCC yang ke-10 ini maka diharapkan kami bisa lebih dekat lagi dengan Customer kami yang berada di area Tangerang, tambah Ahmad Nuralam selaku Service Center Manager pada saat acara pembukaan Brother CCC Tangerang.

Sebelumnya, PT Brother International Indonesia telah membuka 9 Customer Care Center yang berada di Mangga Dua Mall Jakarta, Mangga Dua Square Jakarta, Cikarang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Lampung, dan Pontianak. Selain Customer Care Center, Brother juga berkerja sama dengan partner lokal untuk meningkatkan jumlah titik servis point. Sampai dengan saat ini, Brother mempunyai 246 titik servis yang tersebar di 102 kota di Indonesia. Kedepannya Brother akan terus meningkatkan jumlah layanan purna jual agar bisa senantiasa menjaga kepercayaan Customer.


Mengenai PT. Brother International Sales Indonesia PT. Brother International Sales Indonesia didirikan pada bulan Desember 2008 dan mulai beroperasi pada bulan Juni 2009. Kantor pusat Brother Indonesia sepenuhnya terintegerasi dengan penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan. Dengan komitmen yang kuat, kami akan selalu menempatkan pelanggan pada prioritas pertama sesuai dengan moto kami At Your Side dan terus memperkenalkan produk kami yang baru dan memperluas jaringan bisnis kami yang tidak hanya berlokasi di Jakarta tetapi juga nasional.

Kamis, 07 Februari 2019

thumbnail

Cara Batasi Waktu Main Instagram, Cegah Kecanduan Medsos!


Kecanduan media sosial adalah hal yang nyata di masa kini. Tak terasa sering mengakses media sosial, kita tak sadar bisa lupa waktu dan abai dengan tanggung jawab.

Nah, Instagram tidak ingin penggunanya jadi terlalu candu media sosial karena terlalu lama menggunakan platform-nya. Akhirnya, Instagram merilis sebuah tool yang memungkinkan pengguna untuk membatasi waktu di aplikasi tersebut.

Caranya, Anda tinggal membuka opsi Setting di aplikasi Instagram. Kemudian, pilih opsi "Your Activity", kemudian, pilih "Your Time on Facebook".

Pada bagian paling atas, Anda akan melihat dashboard berisi waktu rata-rata yang dihabiskan di aplikasi Instagram.

Di bawah dashboard, pengguna bisa mengatur pengingat harian untuk mengingatkan jika sudah mencapai waktu maksimum untuk menggunakan Instagram di hari tersebut.

Uniknya, pengguna bisa mengubah atau mengganti pengingat ini kapan saja.

Pengguna juga bisa mengetuk "Notification Settings" untuk mengakses pilihan "Mute Push Notifications" guna membatasi notifikasi dari Instagram pada saat-saat di mana mereka tidak ingin diganggu.

Fitur ini dikembangkan lewat kolaborasi dengan pakar dan organisasi kesehatan mental serta para akademisi, didukung dengan riset mendalam dan saran langsung dari para pengguna Instagram.

Dia mengatakan, dengan perangkat ini pengguna bisa memiliki kontrol terhadap waktu yang ingin dihabiskan di platform Instagram. Selain itu, perangkat ini juga bisa digunakan untuk mendukung percakapan orangtua dan anak-anak tentang kebiasaan bermedia sosial yang tepat untuk mereka.

Semoga berguna!