Selasa, 25 Juni 2019

thumbnail

New Zealand Tambang Baru Wisman Berkualitas ke Indonesia


Empat hari berada di Auckland betul-betul dioptimalkan Menpar Arief Yahya. Dia melihat, mengamati, merasakan, apa yang sebenarnya ada dalam benak customers nya, pasar New Zealand. Apa yang mereka inginkan, apa yang dibutuhkan agar mereka comfortable dan lebih lama tinggal di destinasi wisata di tanah air.

Di sela sela event Pacific Exposition 2019 yang diundang Duta Besar Tantowi Yahya, di Skycity Convention Center Auckland, dia melakukan benchmark ke beberapa titik. Hipotesisnya: New Zealand adalah pasar potensial, bahkan bisa menjadi tambang buat wisatawan berkualitas di tanah air.

"Saya sudah melihat angka-angkanya, New Zealand naik bagus sekali. Tahun 2017 pertama kali tembus di atas 100 ribu. Persisnya saya bulatkan 107 ribu wisman, atau persianya 106.9 ribu wisman. Trend nya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Crowne Hotel Auckland.

Tahun 2018, New Zealand naik lagi menjadi 128 ribu, atau 20% dari tahun sebelumnya yang sudah 107 ribu. Ini pertumbuhan yang cukup bagus, karena ada direct flight dari Denpasar-Auckland, oleh Emirates.

"Lagi-lagi, kuncinya adalah direct flights, atau akses langsung," ungkap Menpar Arief Yahya yang jagoan marketing itu.

Jebolan ITB Bandung, Surrey University dan Doktor Strategic Management Unpad itu semakin yakin, karena Januari sampai Mei 2019 ini sudah 42.7 ribu wisman New Zealand. Mengalami kenaikan 13.26% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Tahun ini target kita 145 ribu, untuk pasar New Zealand," ungkap Arief Yahya optimistik.

Apa yang didapat dari site visit Menpar Arief Yahya selama beberapa hari di Auckland? Pertama, orang New Zealand lebih suka adventure, outdoor, alam, dan sebagian besar destinasi yang dibangun di sana berbasis pada alam. Karena itu tahline national brand nya New Zealand adalah Pure 100%.

"Ini semakin mengkonfirmasi bahwa digital campaigne kita yang menonjolkan alam untuk target market New Zealand sudah tepat. Tentu, tidak mungkin 100% alam, harus ada sentuhan budaya dan hospitality yang menjadi kekuatan Indonesia," ungkap mantan Dirut PT Telkom ini.

Karena itu, Menpar Arief Yahya meyakini makin bagus dan lengkap infrastruktur yang dibangun untuk mendukung akses ke pariwisata, akan semakin kuat pula daya saing pariwisata Indonesia. Apa yang diprogramkan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur, yang paling diuntungkan adalah sektor pariwisata.

Infrastruktur sendiri ada fisik, seperti jalan, jembatan, bandara, terminal, pelabuhan, marina dan semua kemudahan yang kelihatan. Ada juga infrastruktur yang tidak kelihatan, seperti telekomunikasi, jaringan atau network, yang membuat mudah digital technologi dioptimalkan.

Kedua, soal budaya atau kebiasaan orang New Zealand, menurutnya juga sangat toleran dan multikultural. Seperti Suku Maori yang hidup berdampingan dan saling menghormati di sana. Bahkan di banyak acara, tradisi doa mereka sering digunakan, di setiap art performing, lagu, tarian, dan budaya mereka juga diangkat.

"Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di farming atau peternakan biri biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian," katanya.

Arief Yahya juga mengamati bahwa Auckland, kota terbesar di New Zealand, itu tidak banyak mall. Tidak seperti kota kota besar di Indonesia.

"Rupanya mereka tidak terlalu suka ngumpul di mall atau pusat perbelanjaan. Kultur mereka lebih asyik makan bersama, di cafe, bercerita, fashion nya juga cukup sederhana, tidak brand minded," jelasnya.

Ketiga, wisman New Zealand rata rata spending-nya USD 1500, cukup berkualitas.

"Maka, kita akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA, average spending per arrival ke Indonesia," kata Arief Yahya.

Selasa, 18 Juni 2019

thumbnail

Di Indonesia Hanya Terdapat 13,2 Persen Lansia yang Tergolong Sehat dan Bugar


Hanya terdapat 13,2 persen orang lanjut usia (lansia) di Indonesia yang tergolong sehat dan bugar. Data tersebut diketahui berdasarkan kategori Spektrum Kerentanan (Frail) di Indonesia 2013.

Laporan berjudul Indonesia Frailty, Aging and Quality of Life (INA-Fragile) memaparkan kategori kerentanan lansia. Dokter spesialis penuaan (geriatri) Siti Setiati menjelaskan lebih rinci.

"Yang benar-benar (lansia) sehat itu hanya 13,2 persen. Mereka masih aktif beraktivitas fisik," kata Siti.

Sementara itu, lansia yang memiliki penyakit, tapi masih bisa menjalani aktivitas atau istilahnya pre-frail sebanyak 61,6 persen. Mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Temuan juga memaparkan, sekitar 25 persen lansia masuk kategori frail atau kondisinya sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka hanya bisa berbaring atau di rumah saja. Perawatan dengan pengasuh pun dibutuhkan.

Risiko kerentanan memengaruhi kualitas hidup. Siti menjelaskan, beberapa risiko kerentanan yang terpapar dalam jurnal berjudul Frailty and the Prediction of Negative Health Outcomes: A Meta-Analysis yang dipublikasikan pada jurnal JAMDA.

1. Sebanyak 1,8 hingga 2,3 kali lipat lansia memiliki risiko kematian.

2. 1,6 hingga 2 kali lipat lansia berisiko kehilangan aktivitas sehari-hari.

3. 1,2 hingga 1,8 kali lipat lansia berisiko memerlukan pengobatan maksimal di rumah sakit.

4. 1,5 hingga 2.6 kali lipat lansia punya keterbatasan fisik.

5. 1,2 hingga 2,8 kali lipat berisiko jatuh dan patah tulang.

"Agar tetap sehat, lansia bisa menjalankan pola hidup sehat, yakni konsumsi makanan yang sehat, berhenti merokok, rutin bergerak aktif, serta membuat otak tetap aktif bekerja," tandasnya.

Kamis, 13 Juni 2019

thumbnail

Pengembangan Pariwisata Tidak Lepas dari Peran Guru


Tak bisa dipungkiri peran guru sangat penting bagi kehidupan masa depan bangsa. Semua bidang tentu membutuhkan guru sebagai dasar pengembangan, termasuk pariwisata. Berangkat dari sinilah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru di Surabaya.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Timur Ramlianto, guru memiliki posisi strategis bagi pengembangan brand image kepariwisataan. Guru berperan menciptakan brand image.

"Pesan yang disampaikan guru terhadap obyek wisata yang dikunjungi, dibacanya, akan membangun brand image bagi siswanya," kata Ramli.

Dalam meteri yang yang disampaikan Ramlianto, "Peran Guru Dalam Pengembangan Pariwisata Indonesia", ada strategi yang bisa dilakukan untuk pengembangan pariwisata oleh guru, antara lain riset, literasi, publikasi, sosialisasi, dan komunitas.

"Riset, guru bisa melakukan riset kecil-kecilan di daerahnya, bertanya ke siswa, teman, kolega soal ketertarikan mereka pada pariwisata yang seperti apa, dengan demikian bisa dikembangkan pariwisata ke arah mana," kata Ramlianto.

Kemudian, kata Ramlianto, literasi. Guru sebagai pendidik bisa mengajak dan mendorong siswa untuk calisline (baca tulis online) soal kepariwisataan. "Coba ajak siswa menulis karangan soal pariwisata di sekitar mereka. Tulisan apa aja soal obyek-obyek wisata di medsos. Tulisan itu, entah karangan, puisi, foto dan sebagainya tentang obyek-obyek wisata bisa langsung dipublikasikan ke tulisan online dan medsos," kata Ramli.

Guru juga bisa mensosialisasikan obyek-obyek wisata yang dikunjunginya kepada siswa, dan komunitas mereka. Entah komunitas PKK, pengajian, medsos dan lain-lain.

"Jadi bentuklah komunitas yang memang bermanfaat di grup wa dan medsos. Jangan buat komunitas yang mengada-ada ga penting," kata Ramli..

Selain itu, guru juga bisa memberikan wawasan ke siswa tentang bisnis pariwisata yang menjanjikan. "Dari data tahun 2016, dari 707600 tenaga pariwisata yang dibutuhkan baru tersedot 82 171. Jadi masih kurang 625,425. Ini peluang yang sangat besar untuk diisi," kata Ramli.

Sementara Kasi Pemberdayaan dan Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sai'in mengatakan peran guru tak hanya di kelas tapi juga pengajar di luar kelas. "Peran guru sangat penting bagi generasi milenial karena mereka ini yang menangani generasi milenial saat ini. Generasi milenial butuh penanaman akan cinta negeri. Kita tanamkan mereka untuk mencintai alam, budaya dan destinasi pariwisata Indonesia yang akhirnya mencintai negeri sendiri," ujar Sai'in.

Sai'in mengatakan Jawa Timur sendiri memiiliki 808 destinasi wisata. Unsur budaya yang terbanyak yakni 42,6% termasuk desa wisata. "Budaya ini termasuk kerajinan, cara bercocok tanam dan desa wisata," kata Sai'in. Untuk alam, kata Sai'in 32,8% dan buatan 24,6%.

Di sisi lain Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani secara terpisah mengatakan, lebih dari enam dekade pariwisata menjadi sektor tercepat dalam aktivitas ekonomi dunia. Namun demikian, membangun sektor pariwisata tidak bisa dilakukan hanya oleh Kemenpar saja. Dalam pengembangan SDM Kepariwisataan misalnya, dibutuhkan juga kolaborasi dan koordinasi atas segala unsur. Meliputi akademisi, pelaku bisnis, pemerintah pusat dan daerah, serta komunitas pariwisata dan media.

"Program ini kami gelar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan SDM pariwisata. Khususnya yang ada di kawasan-kawasan potensial seperti Surabaya. Dari kegiatan ini, kami berharap akan muncul kader-kader pariwisata yang bisa berpartisipasi dalam mengembangkan wisata berkelanjutan," ujarnya.

Giri Adnyani menambahkan, pariwisata seringkali dipersepsikan sebagai mesin penggerak ekonomi atau penghasil devisa. Padahal, pariwisata memiliki spektrum fundamental pembangunan yang lebih luas. Antara lain sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa, penghapusan kemiskinan (poverty alleviation), dan pembangunan berkesinambungan (sustainable development).

"Pariwisata juga terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perkembangan industri. Karenanya, kita dorong pariwisata melalui penguatan SDM ini," imbuhnya.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan, peran SDM merupakan faktor yang sangat strategis, khususnya pada sektor pariwisata yang karakteristik usahanya lebih banyak bersifat jasa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan apresiasi atas keterlibatan para guru. Sebab, informasi yang mereka terima bisa langsung disampaikan ke para siswa.

"Sampaikan jika pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata adalah core economy yang akan menjadi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Kita membutuhkan SDM-SDM andal untuk menanganinya. Dan kita membutuhkan guru untuk memberikan informasi itu," kata Arief.

Selasa, 11 Juni 2019

thumbnail

Gojek Dapatkan Pendanaan Dari Bank Terbesar Thailand


Siam Commercial Bank yang merupakan bank terbesar di Thailand, memberikan pendanaan berupa dana segar kepada startup transportasi online Indonesia, Gojek.

Mengutip laman Nikkei Asian Review via Tekno Liputan6.com, pihak Siam Commercial Bank maupun Gojek menolak memberikan komentar tentang besaran investasi yang dikucurkan.

Namun, pendanaan ini disebut-sebut masih bagian dari putaran pendanaan seri F yang secara total diperkirakan mencapai angka USD 3 miliar.

SCB juga mengumumkan kemitraan dengan Gojek versi Thailand, yakni GET. Dengan kemitraan ini, para pengemudi dan mitra usaha GET bisa mendapatkan pinjaman dari bank tersebut.

Langkah investasi bank terbesar Thailand ini diumumkan hanya beberapa bulan setelah Kasikornbank (bank Thailand lain) berinvestasi senilai USD 50 juta kepada Grab. Grab sendiri merupakan kompetitor terbesar bagi Gojek.

Dengan kerja sama ini, para pengemudi GET bisa membuka akun rekening di SCB. Para pengemudi juga dapat memindahkan uang (masuk dan ke luar) dari aplikasi GET memakai sistem Easy Pay milik SCB, sekaligus mengajukan pinjaman usaha melalui aplikasi.

Wakil Presiden Eksekutif SCB Apiphan Charoenanusorn mengatakan, "Kemitraan ini akan membantu memperluas basis pelanggan SCB melalui aplikasi GET serta menciptakan ekosistem digital bagi pengguna GET melalui pengalaman perbankan mobile SCB."

Sekadar informasi, pada Februari 2019, jumlah pengguna GET di Thailand mencapai 200.000 users. Kemudian, saat ini jumlah unduhan aplikasi diperkirakan mencapai angka 1 juta kali unduh.

Bank lokal Thailand selama beberapa waktu terakhir terus meningkatkan kemitraan mereka dengan perusahaan teknologi. Perbankan Thailand juga mulai menawarkan layanan finansial yang beragam, mulai dari pembayaran digital hingga pinjaman UMKM.

Gojek, selaku perusahaan rintisan Indonesia, kini mulai mengembangkan pasarnya di negara-negara lain di Asia Tenggara. Bahkan, Gojek juga bermitra dengan penyedia layanan finansial. Misalnya pada November 2018, Gojek mengumumkan kemitraan dengan bank Singapura, DBS Group Holdings.

"Pembayaran adalah yang penting, karena pembayaran layaknya lem yang menghubungkan seluruh layanan," kata Founder sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim.

Sekadar informasi, pada pendanaan seri F, Gojek mendapatkan suntikan dana lebih dari USD 1 miliar dari sejumlah perusahaan besar. Misalnya saja dari Google, JD.com, hingga Tencent Holdings.

Gojek juga mendapatkan pendanaan dari Mitsubishi Motors, Mitsubishi Corp, hingga perusahaan leasing Mitsubishi UFJ Lease & Finance.

Sementara itu, rival Gojek yakni Grab, sebelumnya juga mendapatkan pendanaan sebesar USD 1 miliar dari investor. Startup yang berbasis di Singapura tersebut juga dikabarkan akan mendapatkan pendanaan lanjutan dari miliarder asal Jepang Masayoshi Son yang merupakan CEO Softbank, senilai USD 500 juta.

Kamis, 06 Juni 2019

thumbnail

Diserbu Wisatawan, Festival Bakar Tongkang Bawa Berkah Buat Bagansiapiapi


Buat Kota Bagansiapiapi, ritual Bakar Tongkang mempunyai arti yang luar biasa. Meski hanya ritual sederhana, keberadaannya selalu menyedot ribuan wisatawan. Lihat saja perhelatan Bakar Tongkang 2019. Puncak kegiatan yang dilakukan, mampu mendatangkan 75 ribu wisatawan.

Hal ini jelas membawa anugerah bagi Kota Bagansiapiapi. Hadirnya ribuan wisatawan ini membuat perputaran perekonomian di kota tersebut makin kencang.

"Bakar Tongkang sangat fenomenal. Sangat unik dengan beragam atraksi yang ditampilkan. Selain itu kehadirannya juga mampu meningkatkan perekonomian kota Bagansiapiapi. Karena event tersebut selalu menyedot ribuan wisatawan untuk datang. Sangat luar biasa," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sejak seminggu terakhir, Klenteng Ing Hok King yang menjadi klenteng central terlihat semarak dibandingkan biasanya. Pengunjung terus mengalir menyambangi klenteng untuk berdoa sambil membawa berbagai sesembahan. Tenda besar terpasang, umbul-umbul dan lapak penjual perlengkapan berdoa berjejer rapi di kiri, kanan, depan bahkan belakang klenteng.

Barisan becak motor (bentor) pun tak ketinggalan mengais rejeki dari para pengunjung yang hilir mudik. Keberadaan mereka bahkan penting bagi para pengunjung yang datang. Anwar, salah satu penarik bentor mengatakan, Bakar Tongkang membawa rejeki yang melimpah baginya.

"Tak payah cari penumpang. Cukup duduk di depan kelenteng sudah pasti dapat penumpang," ucapnya sumringah.

Hasilnya pun lumayan. Pria asli Bagansiapiapi itu mampu mengahasilkan Rp 300.000 perharinya. Hasil sebesar itu jelas cukup besar bagi kakek 6 cucu tersebut. Padahal jika tidak ada Bakar Tongkang, untuk mendapatkan penghasilan Rp 50.000 saja sulit.

"Kalau hari lain kebanyakan kosong, terduduk saja awak di becak. Kalau dalam sepekan ini sedap, banyak tumpangan. Bahkan saya kadang hanya menunggu panggilan di rumah karena sudah banyak wisatawan yang menjadi langganan," katanya

Hal senada juga diungkapkan pelaku sektor kuliner. Kedai Ayam Penyet J-328 misalnya. Pelayan kedai, Dian Lestari, menuturkan, sejak digelarnya Festival Bakar Tongkang, omset di kedainya meningkat 50 persen, dibandingkan hari biasa.

"Ramai yang datang makan. Meningkat 50 persen. Biasanya satu hari hanya mencapai 1 hingga 2 juta. Ketika event Festival Bakar Tongkang bisa mencapai 3 sampai 4 juta sehari," kata Dian.

"Di sinilah fungsi pariwisata. Pariwisata hadir untuk terus mensejahterakan masyarakat. Cakupannya pun luas. Dari mulai penginapan, kuliner, jasa, hingga oleh-oleh. Bayangkan jika 1 wisatawan menghabiskan uang Rp.500.000 perhari. Jika 75.000 wisatawan sudah berapa miliar uang beredar di Bagansiapiapi," ucap Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati juga seirama. Multiplier effect yang dihasilkan Festival Bakar Tongkang harus menjadi pemicu Kabupaten Rokan Hilir untuk memacu sektor pariwisatanya. Karena pariwisata jelas merupakan cara cepat membangun kemandirian daerah.

"Rugi jika tak menjadikan pariwisata sebagai core perokonomian daerah. Karena terbukti pariwisata terbukti efektif, murah dan cepat mendongkrak perekonomian daerah. Yang penting CEO Commitment. Karena komitmen Gubernur, Bupati, dan Walikota itu membawa dampak 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata. Apalagi Rohil sudah punya event yang mendunia, tinggal dipoles terus infrastruktur lainnya," katanya.