Minggu, 21 Juli 2019

thumbnail

5 Cara Ampuh Membersihkan Sepatu Sneakers Putih


Sepatu menjadi salah satu item fashion yang wajib digunakan saat berpergian. Sepatu selain berfungsi sebagai alas kaki dan pelindung, juga dapat menjadi cerminan karakter seseorang. Banyak jenis sepatu yang selalu diminati atau trending saat ini, tentunya setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Jenis sepatu ini antara lain sepatu sneakers, boots, loafers, oxford, dan lain-lain.

Namun dari berbagai jenis sepatu tersebut ada sepatu yang trending di kalangan muda yaitu sepatu sneakers. Untuk seseorang yang trendy dan sporty, pastilah membeli sepatu sneakers menjadi suatu keharusan. Tentunya sepatu yang original dan branded memiliki harga yang mahal, tapi sebanding dengan kenyamanan saat di pakai dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Dengan harga yang cukup menguras kantong, sepatu ini banyak diminati oleh penggemarnya.

Umumnya sepatu sneakers berbahan kanvas, tweed, corduroy ataupun jeans dengan berbagai macam warna. Sepatu sneakers berwarna putih menjadi salah satu sepatu yang digemari. Hal ini disebabkan karena warna putih lebih natural sehingga dapat dipadukan dengan semua jenis pakaian. Namun seperti yang kita ketahui, sepatu yang berwarna putih tentu akan lebih terlihat kotor. Pasalnya, setiap hari kamu akan melewati jalan yang kotor, berlumpur, dan berdebu.

Membersihkan Sepatu Sneakers Putih
Melindungi dan merawat sepatu putih bukanlah hal yang mudah. Jika sepatu putih kamu menjadi kusam, tentu sangat disayangkan. Jangan khawatir lagi, ada beberapa tips dan trik jitu yang dapat diterapkan agar sepatu putih kamu tetap terawat dan bersih. 

1. Menggunakan pasta gigi dan sikat
Pasta gigi cukup ampuh untuk menghilangkan noda pada sepatu yang berwarna putih. Tentunya masuk akal bila pasta gigi yang mampu membersihkan noda pada gigi dapat membuat sepatu kamu menjadi bersih kembali. Caranya, gosok noda membandel pada sepatu dengan sikat dan pasta gigi, lalu bilas dengan lap basah hingga bersih.

2. Menggunakan Cuka
Noda yang membandel pada sepatu dapat diatasi oleh cuka. Bau yang sangat menyengat pada cuka sangat mengganggu indra penciuman, namun cuka yang bersifat asam akan sangat mudah mengangkat noda membandel sehingga noda pada sepatu hilang. Agar bau pada cuka teratasi, tambahkan perasan buah jeruk nipis agar baunya menjadi lebih tersamarkan.

3. Menggunakan pemutih pakaian
Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui saat  menggunakan pemutih pakaian untuk sepatu. Saat menggunakan pemutih pakaian, cukup gunakan sikat yang telah dicelupkan sedikit pada pemutih pakaian dan sikat hingga bersih lalu bilas dengan air hangat. Jangan pernah merendam sepatu dengan pemutih pakaian. Hal tersebut hanya akan membuat sepatu menjadi berwarna kuning.

4. Menggunakan semir sepatu
Jangan bingung dengan tips keempat ini, semir sepatu yang dimaksud adalah semir sepatu khusus sepatu putih. Jika kamu menggunakan semir sepatu hitam, kamu akan memperburuk keadaan. Semir sepatu khusus sepatu warna putih ini merupakan cara praktis yang membuat kinclong sepatu kamu.

5. Jangan memasukan sepatu ke dalam mesin cuci
Mesin cuci memang khusus digunakan pada pakaian kamu bukan untuk sepatu. Biasanya kebanyakan orang akan malas saat mencuci hingga memasukan sepatu ke mesin cuci. Mesin cuci ini akan menggores permukaan sepatu dan akan membuat warna menjadi kekuning-kuningan.

Itulah beberapa tips mudah membersihkan sepatu sneakers putih. Jika kamu ingin tampil lebih keren, Blibli.com menyediakan berbagai jenis sneakers dengan harga yang menarik. Nikmati berbelanja sneakers dengan aman, nyaman, dan tanpa antri hanya di Blibli.com.

Selasa, 09 Juli 2019

thumbnail

Siap-siap, ARTJOG 2019 Sebentar Lagi Dimulai


Perhelatan pameran seni rupa kontemporer ARTJOG 2019 bakal segera digelar. Perhelatan tersebut direncanakan akan menyapa pencinta seni pada 25 Juli-25 Agustus 2019. Lokasinya masih di Jogja National Museum (JNM) DI Yogyakarta.

Staf Khusus Menpar bidang Media dan Komunikasi Don Kardono mengatakan, ARTJOG 2019 akan memperlihatkan berbagai karya seniman dalam dan luar negeri.

"Karya-karya seni yang luar biasa akan ditampilkan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Begitu juga berbagai program lainnya yang bakal membuat ARTJOG makin meriah," papar Don Kardono.

Direktur ARTJOG, Heri Pemad mengatakan sepanjang perjalanannya, ARTJOG selalu berupaya menciptakan ruang pertemuan seluas-luasnya bagi publik. Terutama melalui aktivitas kesenian. Tahun ini pun demikian. Mengusung tema Arts in Common, ARTJOG 2019 lebih menegaskan citra dari kegiatan tersebut.

"Tahun ini, kami ingin menegaskan ARTJOG tidak lagi bicara soal art fair. Karena selama ini ARTJOG selalu dikemas meriah dan cenderung festiv. Sehingga ARTJOG itu lebih pas bila disebut sebagai suatu festival," ujar Heri Pemad dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Untuk memperkuat visi jangka panjangnya sebagai perhelatan reguler, ARTJOG telah memproyeksikan sebuah tema besar. Sebuah tema yang memayungi penyelenggaraan edisi-edisi selanjutnya. Sepanjang 2019-2021, ARTJOG akan dibingkai oleh tema besar Arts in Common, yang diturunkan ke dalam tiga sub-tema kuratorial dalam tiga edisi festival setiap tahunnya.

"Pameran ARTJOG MMXIX mengusung tajuk kuratorial common|space, melalui karya-karya yang mempersoalkan 'ruang bersama' di mana kita hidup hari-hari ini. Diikuti hampir 40 seniman individu maupun kelompok dari Indonesia dan mancanegara seperti Austria, Australia, Filipina dan Singapura," jelasnya.

Sementara itu, Kurator ARTJOG 2019, Agung Hujatnika menambahkan selama ini art fair cenderung menitik beratkan pada aspek pasar dan komersial. Dalam suatu art fair yang ditampilkan lebih banyak galeri seni. Dirinya menyadari sedari awal, ARTJOG memiliki karakter festival yang lebih kuat dan tidak ada keterlibatan galeri secara formal.

"Ini sebuah perhelatan, jadi sudah waktunya menegaskan ARTJOG sebagai festival bukan art fair," jelas Agung.

Lebih lanjut Agung menerangkan, ARTJOG 2019 akan diikuti oleh 40 seniman dalam dan luar negeri. Karya yang ditampilakan pun tak sembarangan. Semuanya melalui kurasi yang ketat. Dari mulai open call applications, hingga undangan khusus.

"ARTJOG 2019 tetap mempertahankan beberapa program edukasi pamerannya, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Sementara LeksiKon merupakan program baru yang menyajikan wicara-seniman (artist talk) secara performatif," ujar Agung.

Dengan eksistensi dan keberagamannya tak pelak, ARTJOG pun kembali masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menurut Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, ARTJOG sudah menjadi layaknya city branding bagi Yogyakarta. Keberadaannya selalu dinanti pencinta seni Indonesia bahkan dunia.

"ARTJOG semakin mempertegas citra Jogja sebagai kota seni. Kota atraktif dengan seniman-seniman yang kreatif. Inilah mengapa ARTJOG selalu masuk dalam 100 CoE Kemenpar," papar Don yang juga Ketua Tim Kurator CoE Kempar itu.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuty ikut memuji konsistensi ARTJOG sebagai salah satu atraksi wisata andalan.

"Terbukti ArtJog telah menjadi pelaksanaan yang ke 12 kalinya dan rutin setiap tahun digelar. Selain itu selalu mampu menyedot wisatawan serta pencinta seni untuk datang menikmatinya. Ini sebuah konsistensi yang luar biasa," kata Esthy.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung pun mengamini hal tersebut. Dirinya mengakui jika reputasi ARTJOG telah mendunia. Apalagi ARTJOG selalu tampil berbeda disetiap pelaksanaannya. Selalu ada seni rupa kontemporer terbaru yang disajikan. Hal ini menjadikannya sebuah pagelaran akbar maha karya seni rupa.

"Sejak pertama kali diadakan, kemudian sebagai Jogja Art Fair (JAF) pada tahun 2008 sebagai bagian dari Festival Seni Yogyakarta, acara ini telah mendapatkan reputasi yang kuat di antara kolektor seni dan dealer tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga secara global. Acara ini telah mendatangkan ribuan pecinta seni ke Jogyakarta," ujar Adella yang didampingin Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya ArtJog bukanlah hanya sebuah pagelaran seni semata. Kehadirannya bagai sebuah pekan raya bagi para pencinta seni. ArtJog pun semakin memantapkan Jogja sebagai kota seni Indonesia.

"Setiap kali digelar ArtJog selalu ramai disesaki para pencinta seni, baik dari dalam maupun luar negeri. Selalu terjadi antrean panjang pengunjung yang ingin memasuki ruang pameran. Semua ingin menikmati ratusan karya seni, termasuk lukisan, gambar, patung, instalasi, foto, video, puisi, pertunjukan teater dan diskusi publik. Inilah keistimewaan ArtJog. Pokoknya jangan mengaku pencinta seni kalau tidak menghadiri ArtJog," papar Menteri asal Banyuwangi itu.

Selasa, 02 Juli 2019

thumbnail

Aroma Pariwisata Tercium Harum di Pacific Exposition 2019


Aroma pariwisata tercium harum pada opening Pasific Exposition 2019 di Sky City Convention Center, Auckland. Sebanyak 20 negara mempertontonkan semua potensi wisatanya di New Zealand Foyer room 2 dan 3. Dua pertiganya, didominasi Indonesia.

Exotic NTT, Papua Barat dengan Raja Ampatnya, Maluku, Kopi Indonesia, Garuda Indonesia, semua terlihat anggun dengan desain khas Indonesia.

Itu belum termasuk booth Wonderful Indonesia. Booth ini mempromosikan semua warna Wonderful Indonesia. Ada kopi khas Papua, Flores dan Toraja. Ada juga travel dari Cilu Bintang Estate, Air New Zealand, CV R Production, Gapi Di e, dan House of Travel.

Tampilannya? Indonesia banget. Desainnya Phinisi, kapal layar asal Bugis, Sulawesi Selatan.

Replika yang ditampilkan tak utuh. Yang terlihat hanya ujung perahu dan sejumlah tiang. Ukurannya juga hanya 6 x 5 meter. Tak sebesar tampilan saat "berlayar" di PATA Travel Mart atau ITB Berlin. Tapi, tampilan uniknya sudah cukup membuat orang berhenti sejenak di booth Wonderful Indonesia.

Bentuknya yang khas, runcing di depan, tumpul di belakang, dengan beberapa tiang, tinggi menjulang, tangga untuk membentangkan layar, tali temali yang rapi, dianggap cukup pantas untuk memenuhi storage gadget masing-masing.

Dari sejarahnya, kapal tradisional dari Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan itu memang sangat dihormati. Sangat disegani dunia. Hanya bermodalkan kapal kayu, layar dan tali temali, Phinisi sudah melanglang buana kemana-mana.

"Phinisi itu sudah mendunia. Sudah menjelajah kemana-mana. Dari Asia, Afrika, Australia, Amerika, Eropa pernah dijelajahi pelaut kita dengan Phinisi. Dan, kapal model ini khas Indonesia, bisa mewakili identitas Indonesia. Karena itu kami konsisten menggunakan desain ini di semua travel market besar dunia," jelas Arief Yahya, Menpar RI di Auckland, Jumat (12/7).

Identitas sebagai negara maritim juga terwakili oleh Phinisi. Tak ada yang bisa membantah bawah Indonesia adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia. Basic-nya bahari. Dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, dua pertiganya adalah lautan. Realitas ini juga paralel dengan lima prioritas Presiden Joko Widodo yang mengangkat maritim sebagai salah satu prioritas pembangunan.

"Selain infrastruktur, pangan, energi, pariwisata, adalah maritim," jelas Menteri yang asli Banyuwangi itu.

Dan di pariwisata, pesan Presiden Joko Widodo itu sudah diterjemahkan ke dalam 10 destinasi prioritas. Dari 10 destinasi yang sudah ditetapkan pemerintah, tujuh di antaranya beraroma bahari.

Ada Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara. Belum lagi potensi wisata bahari yang tidak ada dalam daftar percepatan 10 itu. Tengok saja Raja Ampat Papua Barat, Bunaken-Lembeh Sulut, Derawan Kaltim-Kaltara, Anambas, Natuna, Banda-Ambon, dan lainnya.

"Itu semakin menguatkan mengapa Phinisi selalu menjadi icon dalam travel market, termasuk Pacific Exposition 2019. Di sini (Selandia Baru, Red), kita ingin menunjukkan potensi bahari kita yang luar biasa," jelas dia.

Bila ditarik ke sejarah dunia juga masih sangat connect. Sejak dulu, sejarah bangsa-bangsa besar dunia identik dengan aroma maritim. Selalu terkait dengan bahari.

Tengok saja Inggris, Spanyol, Portugis, Prancis dan Belanda. Semua terlihat hebat karena punya maritim yang kuat. Indonesia juga sama. Ada Sriwijaya dan Majapahit yang sangat disegani lantaran punya armada maritim yang kuat.

"Menghadirkan kembali Wonderful Indonesia dalam kekuatan keindahan bahari di Pacific Exposition tu sangat strategis. Ada filosofinya, ada sejarahnya, ada estetikanya. Yang lebih penting, ada spirit membangun bahari melalui pintu pariwisata," ungkap Arief Yahya yang Mantan Dirut PT Telkom ini.

Selama di Pacific Exposition, Menpar Arief Yahya didampingi Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, Tantowi Yahya, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Asdep Pemasaran I Regional IV Edi Wardoyo Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Percepatan Millenial Gabriella Patricia dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel.